Cara Mengobati Infeksi Tuberkulosis (TB)

Cara Mengobati Infeksi Tuberkulosis (TB)

Tuberkulosis adalah infeksi penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, suatu basil aerobik tahan asam, yang ditularkan melalui udara (airborne). Pada hampir semua kasus, infeksi tuberkulosis didapat melalui inhalasi partikel kuman yang cukup kecil. Droplet dikeluarkan selama batuk, tertawa atau bersin. Nukleus yang terinfeksi kemudian terhirup oleh individu yang rentan (hospes). Sebelum infeksi pulmonari dapat terjadi, organisme yang terhirup terlebih dahulu harus melawan mekanisme pertahanan paru dan masuk jaringan paru.

Pemajanan singkat tuberkulosis tidak selalu menyebabkan infeksi. Klien yang umumnya terinfeksi adalah mereka yang mempunyai kontak erat berulang dengan individu terinfeksi yang belum terdiagnosa. Ketika klien didiagnosa sebagai penderita tuberkulosis, perawat akan membuat daftar kontak. Setiap orang yang kontak dengan klien kemudian dikaji dengan tes tuberkulin dan ronsen dada untuk menentukan apakah ia telah terinfeksi oleh tuberkulosis.

Patofisiologi

Infeksi Primer. Pertama kali klien terinfeksi tuberkulosis disebut sebagai "infeksi primer" dan biasanya terdapat pada apeks paru atau dekat pleura lobus bawah. Infeksi primer mungkin hanya berukuran mikroskopis, dan karenanya tidak tampak pada foto ronsen. Tempat infeksi primer dapat mengalami proes degenerasi nekrotik (perkejuan) tetapi bisa saja tidak, yang menyebabkan pembentukan rongga yang terisi oleh masa basil tuberkel seperti keju, sel-sel darah putih yang mati, dan jaringan paru nekrotik. Pada waktunya material ini mencair dan dapat mengalir ke dalam percabangan trakheobronkhial dan dibatukan. Rongga yang berisi udara tetap ada dan mungkin terdeteksi ketika dilakukan ronsen dada.

Sebagian besar tuberkel primer menyembuh dalam periode bulanan dengan membentuk jaringan parut dan pada akhirnya terbentuk lesi pengapuran yang juga dikenal sebagai tuberkel Ghon. Lesi ini dapat mengandung basil hidup yang dapat aktif kembali meski telah bertahun-tahun dan dapat menyebabkan infeksi sekunder.

Infeksi TB primer menyebabkan tubuh mengalami reaksi alergi terhadap basil tuberkel dan proteinnya. Respon imun seluler ini tampak dalam bentuk sensitisasi sel-sel T dan terdeteksi oleh reaksi positif pada sel kulit tuberkulin. Perkembangan sensitivitas tuberkulin ini terjadi pada semua sel-sel tubuuh 2-6 minggu setelah infeksi primer dan akan dipertahankan selama basil hidup berada dalam tubuh. Imunitas didapat ini biasanya menghambat pertumbuhan basil lebih lanjut dan terjainya infeksi aktif.

Faktor yang tampaknya mempunyai peran dalam perkembangan TB menjadi penyakit aktif termasuk (1) usia lanjut ; (2) imunosupresi ; (3) infeksi HIV ; (4) mal-nutrisi, alkoholisme dan penyalahgunaan obat ; (5) adanya keadaan penyakit lain (mis. diabetes melitus, gagal ginjal kronis atau malignansi ; (6) predisposisi genetik.

Infeksi sekunder. Selain penyakit primer yang progresif, infeksi ulang juga mengarah pada bentuk klinis TB aktif. Tempat primer infeksi yang mengandung basil TB dapat tetap laten selama bertahun-tahun dan kemudian teraktifkan kembali jika daya tahan klien menurun. Penting artinya untuk mengkaji kembali secara periodik klien yang telah mengalami infeksi TB untuk mengetahui penyakit aktif.

Source: keperawatan medical bedah


Cara Mengobati Infeksi Tuberkulosis

Setelah kita memahami apa itu infeksi tuberkulosis tentunya harus ada solusi pengobatan dan penanganan yang tepat. Salah satunya di klinik Elif Medika yang menyediakan obat infeksi tuberkulosis. Untuk lengkapnya bagaimana cara pengobatan dan penanganannya silahkan klik disini. atau bisa kunjungi artikel berikut : Pengobatan Infeksi Tuberkulosis

baca juga: Obat Herbal Radang Paru-paru (Pneumonia)
http://www.elifmedika.biz/2015/11/obat-herbal-radang-paru-paru-pneumonia.html

Comments

Popular posts from this blog

Obat Luka Diabetes Agar Cepat Kering dengan Extract Cangkang Kepiting

Daftar Makanan Diabetes Tipe 2 (Anjuran dan Larangan)