9 Syarat Makanan Untuk Penderita Diabetes

9 Syarat Makanan Untuk Penderita Diabetes - Bagi penderita diabetes syarat makanan yang baik dikonsumsi tidak sembarangan. Salah makan alih-alih gula darah akan naik. Penting diperhatikan untuk hal yang satu ini karena dengan pola makan yang sehat dan tepat akan membantu memulihkan stamina bagi para penderita diabetes.

Seorang diabetes melitus akan meningkat kesehatannya dengan mengontrol berat badan, kadar glukosa darah, kadar lemak darah, dan penggunaan inulin sebagai hormon pengatur kadar glukosa darah


Klasifikasi Diabetes Melitus dan Ciri-Cirinya

Tipe
Ciri – Ciri
Diabetes tipe I
ü  Terjadi karena keruakan sel-sel beta pankreas yang mengakibatkan terjadinya defisiensi poduksi insulin.
ü  Jumlah penderita mencapai 5 – 10 %.
ü  Terjadi pada beberapa kelompok umur. Gejala biaanya terlihat sebelum usia 30 tahun, puncaknya pada usia 10-1 tahun (wanita) dan 12-14 (pria).
ü  Gejala: badan kurus, sering merasakan haus yang berlebihan, sering buang air kecil, dan kehilangan berat badan secara bermakna.
ü  Tipe ini disebut juga dengan penyakit diabetes tergantung insulin atau insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) yang disebut juga dengan diabetes pada remaja.
Diabetes tipe II
ü  Jumlah penderita sangat banyak, mencapai  90%.
ü  Faktor risiko: obesitas, usia lanjut, riwayat keluarga dengan diabetes saat kehamilan, mempunyai riwayat rusaknya keseimbangan glukosa, dan jarang melakukan aktifitas fisik. Namun, diabetes tipe 2 ini juga dapat terjadi pada orang-orang yang tidak gemuk, khususnya pada orang lanjut usia.
ü  Produksi insulin bisa normal, menurun atau berlebih. Namun seluruh insulin tersebut tidak cukup untuk tubuh karena adanya penurunan respon insulin.
ü  Bisa disertai dengan suatu gejala bisa juga tidak.
ü  Gejala: muncul gejala polydipsia, polyuria, polyphagia, dan kehilangan berat badan, tetapi penyakit ini tidak akan berkembang menjadi ketoacidosis kecuali saat mengalami stress yang hebat.
ü  Dikenal juga dengan sebutan non-insulin dependent diabete mellitus (NIDDM) atau diabetes pada usia dewasa.
Diabetes kehamilan
ü  Suatukondisi dimana terjadi ketidaktahanan terhadap glukosa (intolerance glucose) pada wanita hamil.
ü  Hanya terjadi selama kehamilan. Biasanya terdiagnosis pada kehamilantrimester 2 dan 3, yaitu mulai bulan ke-4 kehamilan sampai kehamilan berakhir.
ü  Jumlah penderita 4% dari seluruh kehamilan.
ü  Akan sembuh dengan sendirinya ketika sudah tidak hamil lagi, tetapi mempunyai resiko untuk berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2.
Diabetes tipe khusus
ü  Terjadi karena factor genetik, pembedahan, obat-obatan, gizi salah (malnutrition), infeksi, dan penyakit lainnya.
ü  Jumlah penderita hanya 1-2% dari keseluruhan penderita diabetes mellitus.
Diabetes karena rusaknya keeimbangan glukosa
ü  Diklarifikasi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1.       Impaired fasting glucose (IFG) yang dijelaskan dengan kadar glukosa darah puasa lebih besar dari 110 mg/dl, tetapi kurang dari 126 mg/dl.
2.       Impaired glucose tolerance (IGT) yang dijelaskan dari hasil tes toleransi glukosa lebih besar dari 140 mg/dl, tetapi kurang dari 200 mg/dl.
ü  Penyakit ini beresiko untuk berkembang menjadi penyakit diabetes dan penyakit jantung

Jenis Diet Diabetes Melitus Menurut Kandungan Energi, Protein, Lemak, dan Karbohidrat

Jenis Diet
Energi (kkal)
Protein (g)
Lemak (g)
Karbohidrat (g)
I
1.100
43
30
172
II
1.300
45
35
192
III
1.500
51,5
36,5
235
IV
1.700
55,5
36,5
275
V
1.900
60
48
299
VI
2.100
62
53
319
VII
2.300
73
59
369
VIII
2.500
80
62
396


Pemberian buah yang tepat untuk penderita diabetes melitus adalah dimakan segar, tidak diolah berupa jus atau dalam bentuk minuman lain.

Syarat Makanan Seorang Diabetisi


  1. Energi cukup setara dengan 25 kkal/kg BB bagi diabetisi wanita dan 30 kkal/kg BB bagi diabetisi laki-laki. Selanjutnya, ditambah dengan energi yang dikeluarkan untuk aktivitas sehari-hari.
  2. Protein normal yaitu 10-15% dari energi total, utmakan protein dengan lemak rendah, seperti ayam tanpa kulit, ikan dan protein nabati seperti tempe dan tahu.
  3. Lemak sedang yaitu 20-25% dari energi total, utamakan lemak tidak jenuh, batasi lemak jenuh < 10% dan kolesterol < 300 mg per hari.
  4. Karbohidrat (KH) sedang 60-70%, utamakan KH kompleks dan hindari KH sederhana, seperti gula pasir, gula aren, dan madu. Penggunaan gula tidak diperbolehkan dalam bentuk minuman dan dapat ditambahkan dalam makanan sebagai bumbu.
  5. Serat cukup, yaitu 25 g per hari, utamakan serat larut air yang terdapat dalam sayuran daun dan buah-buahan terutama pada pepaya dan apel.
  6. Mengutamakan bahan makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah.Bahan makanan dengan indeks glikemik rendah mempunyai efek yang lambat dalam menaikkan kadar glukosa darah. Seorang diabetisi sangat memerlukan makanan yang tidak menaikan kadar glukosa darah secara drastis.
  7. Mengutamakan bahan makanan sumber Zink (Zn). Zink mempunyai peran penting dalam sekresi hormone insuline dan metabolismenya. Seperti diketahui bahwa hormone insulin sangat diperlukan dalam proses pengaturan kadar glukosa darah. Selain itu, defisiensi Zn pada diabetisi dapat menyebabkan terganggunya sitem imunitas yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan ulkus (luka) diabetik yang dapat berlanjut pada keadaan gangrene dan amputasi. Sumber utama Zn adalah daging sapi berwarna merah, ayam, ikan dan susu sapi. Namun, penyerapan Zn akan terhambat oleh senyawa fitat dan oksalat, oleh karena itu, ketika memadu padankan makanan perlu memperhatikan kandungan senyawa tersebut. Bahan makanan yang tinggi senyawa fitat dan oksalat terutama pada serealia yaitu kentang, kacang-kacangan, yaitu kacang kedelai, sayuran yaitu bayam, bit, kol, kecipir, kubis, serta buah-buahan belimbing.
  8. Mengutamakan bahan makanan sumber magneium (Mg). Magnesium mempunyai peran penting dalam memudahkan transport glukosa masuk ke dalam sel dan juga merupakan kofaktor dari berbagai enzim untuk oksidasi glukosa. Seorang diabetisi beresiko akan kehilangan magnesium melalui urin. Defisiensi magnesium dikaitkan dengan terjadinya retinopati, penyakit jantung iskemik dan gangguan toleransi darah. Sumber utama magnesium adalah sayuran berwarna hijau, tetapi hindari sayuran hijau yang tinggi oksalat
  9. Makanan sehari dengan porsi kecil/sedang dan dibagi tiga porsi makanan utama dan tiga porsi makanan selingan. Konsumsi makanan dengan waktu yang konsisten dari hari ke hari dan jarak makan 3-4 jam. 
Seperti yang sudah disinggung diatas bahwa makanan yang diutamakan adalah bahan makanan dengan indeks gilemiks (IG) rendah. Berikut adalah tabel kadar IG yang perlu diketahui bagi para penderita diabetes agar bisa memilah-milah makanan.

IG rendah < 55
IG sedang (56-69)
IG tinggi (> 70)
Bahan Makanan
IG
Bahan Makanan
IG
Bahan Makanan
IG
Ceri
22
Beras merah
56
Kentang tumbuk
70
Jeruk bali
25
Kentang rebus
56
Roti Tawar
70
Susu
27
Roti pitta
57
Semangka
72
Buncis rebus
30
Beras basmati
58
Kentang goreng
75
Aprikot
31
Madu
58
Gula
74
Mentega kacang
31
Biskuit yang mudah cerna
59
Beras ketan hitam
74
Fettucine pasta
32
Keju
60
Beras ketan putih
79
Susu skim
32
Nasi ramos kukus
60
Nasi putih, dikukus
98
Wholemeal spageti
37
Beras taj mahal
60

Apel
38
Es krim
61

Pir
38
Kismis
61

Mie
40
Roti gandum hitam
65

Spageti putih
41
Ketan hitam kukus
65

Jeruk
44
Nanas Segar
65

Makaroni
45
Melon
67

Beras IR36 & X
45
Croissant
67

Anggur hijau
46
Gandum giling
67

Kacang polong
48
Roti gandum
69

Wortel
49

Susu cokelat
49

Kiwi
52

Ubi Jalar
54

Pisang
55

Jagung manis
55


Diet rendah kalori dan meilih makanan dengan IG rendah sangat dianjurkan bagi penderita diabetes, beberapa menu sajian makanan banyak sekali jenisnya yang memiliki IG rendah tapi gizi tetap terpenuhi. Jadi harus diperhatikan ke 9 Syarat Makanan Untuk Penderita Diabetes yang sudah dijelaskan.

Reference book : Makanan sehat atasi berbagai penyakit asam urat, diabetes melitus, kolesterol dan hipertensi
By Rita Ramayulis, DCN., M.Kes.

Comments

Popular posts from this blog

Obat Luka Diabetes Agar Cepat Kering dengan Extract Cangkang Kepiting

Obat Pengering Luka Infeksi Bernanah